Oleh: laodeidacenter | 2012/02/15

Katakan Ya untuk Perbaikan

AGENDA DALAM MEMIMPIN PROVINSI SULAWESI TENGGARA “PENGELOLAAN PROVINSI PERCONTOHAN-RUJUKAN”
  1. Memperbaiki pengelolaan birokrasi pemerintahan menjadi lebih profesional dan bersih dengan orientasi pelayanan yang optimal terhadap masyarakat profesionalisme dalam pelayanan publik dalam upaya mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat dan memfasilitasi berkembangnya potensi lokal untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
  2. Membangun infrastruktur dan koneksitas antar daerah dalam rangka menjamin kelancaran aktivitas sosial ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara (intra Sultra) termasuk dalam kaitan dengan wilayah sekitarnya.
  3. Meningkatkan koordinasi dan harmoni daerah termasuk memperkuat pemfasilitasian agenda pembangunan berbasis visi misi dan program kabupaten kota/kota.
  4. Mendorong gerakan swadaya dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dengan (1) memfasilitasi agenda/program kelompok-kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomis – penciptaan lapangan kerja, dan (2) mendorong pengawasan sosial terhadap kebijakan pemerintahan dan pembangunan;
  5. Pengembangan sumberdaya alam dan potensi lokal lainnya secara optimal dan berkelanjutan. Orientasinya pada pemberdayaan kekuatan lokal sebagai pengembang dan masyarakat lokal sebagai penerima manfaat utama.
  6. Memperkuat kemitraanpemerintah dan swasta (local government-private partnership) dalam pembangunan dan pengembangan sumberdaya lokal. Arahnya pada (1) dinamis-kuatnya aktivitas ekonomi rakyat; (2) kuat, mandiri dan profesionalnya badan usaha miliki daerah (BUMD); (3) berkembang dan mandirinya kekuatan swasta lokal yang bisa bersaing pada level nasional dan internasional.
  7. Pengembangan sumberdaya manusia dengan arah: (1) pengembangan dan penguatan lembaga-lembaga pendidikan (baik negeri maupun swasta) untuk fokus pada penempaan tenaga-tenaga terdidik profesional yang siap kerja dalam persaingan global; (2) pengembangan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan (vocational, community colleges) yang siap kerja dan atau menciptakan lapangan kerja mandiri; (3) penginternalisasian nilai-nilai budaya religius (substansial) di seluruh jenjang dan kelompok/lembaga pendidikan dan kepelatihanan; (4) memperkuat kerjasama antara Pemda dengan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam kaitan dengan pengembangan IPTEK untuk kepentingan pembangunan daerah, termasuk pemanfaatan out putkependidikan/kepalatihanan; (5) mendorong, memfasilitasi dan memperkuat kerjasama antara lembaga pendidikan/kepalatihanan di Sultra denganlembaga pendidikan/kepelatihanan di luar Sultra (antar provinsi dan mancanegara), termasuk kerjasama dengan lembaga-lembaga swasta yang relevan;
  8. Penguatan modal sosial berkelanjutan berbasis keragaman (lintas komunitas dan budaya). Arahnya, terciptanya harmoni sosial dan stabilitas politik lokal – penghindaran atau pencegahan konflik sosial yang destruktif.
  9. Memperkuat gerakan swadaya dalam rangka pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat termasukdalam melakukan pemantauan dan pengawasan yang efektif terhadap pemerintahan daerah.
  10. Mendorong gerakan peradabanberbasis religi dan budaya. Targetnya (1) terciptanya masyarakat Sultra yang sejuk dalam bingkai kebersamaan dengan nilai-nilai budaya dan religi; dan (2) tetap terpeliharanya modal sosial lintas komunitas dan budaya dalam masyarakat Sultra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: